January 25, 2016

Setelah Satu Tahun: UHT, Susu Formula atau Tidak Keduanya?


ASI atau susu formula yang paling baik untuk bayi? Tentu jawabannya ASI.
Namun, seiring dengan tumbuh kembang si kecil, biasanya ibu memberikan tambahan susu pada si kecil berupa susu formula atau UHT. Lantas, mana yang terbaik di antara keduanya?


Saya dilahirkan sebagai generasi susu. Generasi di mana minum susu adalah sebuah kewajiban sebagaimana makan pagi, siang dan malam. Ya, sejak kecil, saya dibiasakan minum susu setelah bangun pagi dan setelah bangun dari tidur siang, dua kali sehari. Susu yang saya minum adalah susu-susu untuk anak-anak pada umumnya, seperti M**o atau D****w.

Bagaimana dengan Ahza?
Di atas satu tahun, saya sudah memperkenalkan Ahza dengan susu UHT rasa tawar. Hal ini saya lakukan karena saat saya kuliah, Ahza tidak mau minum susu formula sedangkan ASI saya tidak bisa diperah. Untungnya Ahza mau minum UHT, jadi UHT adalah penyelamat kami saat itu. Tapi, makin ke sini, konsumsi UHT Ahza malah lebih besar daripada konsumsi ASI-nya. Ah, tapi biarin aja deh, toh Ahza sudah besar ini, sebentar lagi kan mau disapih, pikir saya.

Lalu, mengapa saya memilih UHT dibandingkan dengan susu formula? Pertama, penyajian UHT sangat praktis dibandingkan dengan susu formula. Cukup colok sedotan atau tuangkan ke gelas minum Ahza dan langsung bisa dinikmati. Hehe.. Kedua, sependek pengetahuan saya, UHT itu lebih alami daripada susu formula yang sudah diproses sedemikian rupa sampai menjadi bentuk bubuk. Bukankah yang alami itu lebih baik toh? Ini pendapat pribadi saya yah..

Tapi kan, susu formula itu lengkap. Ada vitaminnya, ada ininya, ada itunya, liat aja, harganya kan selangit. Anak susu formula kan gendut-gendut, lincah-lincah. Kenapa ga susu formula aja?

Nah, kalau bicara masalah vitamin endebra, endebra, saya lebih memilih dari sumbernya langsung, yaitu dari makanan. Berdasarkan informasi yang saya peroleh dari dr. Siti Nur Fatimah, bahwasanya susu hanyalah pelengkap dari menu makan si kecil. Dalam menu makan si kecil (termasuk emak dan bapaknya), harus terdapat empat macam makanan, yaitu sepertiga berupa sayuran, sepertiga berupa serealia dan sisanya adalah protein dan buah-buahan.

Sayur memiliki kandungan serat yang baik bagi tubuh kita. Fungsi serat? Buanyaaakk.. Apalagi untuk pencernaan dan masalah buang hajat yaa.. Hehehe..
Buah-buahan mengandung banyak vitamin yang dibutuhkan tubuh. Bermacam-macam warna buah menggambarkan beragam vitamin yang terkandung di dalamnya. Wow..
Serealia, seperti beras, jagung, gandum, memiliki kandungan karbohidrat yang berperan sebagai penyumbang energi dan berfungsi untuk memelihara sel-sel dalam tubuh kita. Sel-sel otak yang tumbuh dan berkembang juga memerlukan karbohidrat sebagai bahan bakar utamanya.
Sedangkan protein bermanfaat untuk pertumbuhan, imunitas serta pemeliharaan tubuh. Protein ini juga berperan untuk mengganti darah setiap tiga bulan sekali, kulit setiap 21 hari sekali serta sel usus setiap beberapa jam sekali. Bayangkan, betapa banyak protein yang dibutuhkan oleh tubuh untuk menunjang fungsi-fungsinya tersebut.

Menurut dr. Siti, hal ini pulalah yang menjawab pertanyaan: “Kok anak saya ga gendut-gendut ya, padahal minum susunya buanyak?”
Organ yang paling berkembang saat anak-anak adalah otak. Dan pertumbuhan otak memerlukan karbohidrat, sedangkan susu mengandung protein hewani. Nah, bagaimana jadinya kalau si anak hanya minum susu saja tanpa dibarengi dengan asupan makanan lain, termasuk karbohidrat?
Yang terjadi adalah protein yang diperoleh tubuh dari susu akan dikonversi menjadi karbohidrat untuk mencukupi kebutuhan karbo pada otak. Karena zatnya berbeda, maka protein yang dikonversi menjadi karbo akan boros, butuh sekitar 70% protein untuk diubah menjadi karbo. Sehingga protein yang dimiliki tubuh pun akan menjadi sangat sedikit. Protein sedikit, karbo ga ada. Jadilah ga ada lemak. Hasilnya? Ya, anaknya cungkring-cungkring aja. *Ini Ahza banget hiks*

Lagipula, sangat penting bagi anak untuk mendapatkan asupan makanan bergizi terutama dalam 1.000 hari pertama dalam kehidupannya. Mengapa? Karena 1.000 hari pertama anak akan menentukan tumbuh kembangnya sampai akhir hayat nanti. Dalam enam bulan pertama, makanan terbaik bagi anak adalah Air Susu Ibu yang dapat digantikan dengan susu formula jika ada indikasi medis. Setelah enam bulan, ASI tetap diberikan kepada anak disertai dengan makanan pendamping ASI (MPASI) yang memiliki komposisi seimbang seperti yang telah dijelaskan di atas.

Oia, ada juga hasil penelitian dari Perkumpulan Ahli Jantung, yaitu orang yang mengonsumsi 40 zat makanan per minggu akan menurunkan penyakit di pembuluh darah seperti hipertensi dan serangan jantung. 40? Banyak amat. Enggak kok. Misalnya aja kita makan sop ayam, kan itu sudah ada ayam, bawang merah, bawang putih, kentang, wortel, sosis, seledri, dan lain-lain. Jadi inget lagi: perbanyak variasi makanan.

Nah, kemudian ada fenomena lain mengenai pola penyakit yang bergeser karena kurang aktifnya anak-anak zaman sekarang. Hal ini akan berpengaruh pada pertumbuhan anak yang tidak maksimal, sehingga hormon-hormon yang dihasilkan tubuh akan dikonversi menjadi lemak dan menghasilkan anak-anak gemuk yang tidak sehat. Dan karena apa kira-kira hal ini terjadi? Karena gadget! Huhu.. Gadget memang terbukti bikin anak-anak jadi malas bergerak ya. Dan tanpa disadari ibu, ternyata hal ini bisa berpengaruh pada tumbuh kembang dan kesehatan anak-anak kita.

Kembali lagi ke masalah persusuan. Kalau saya memilih UHT, lantas bagaimana pendapat dokter dalam menyikapi kegalauan ibu-ibu ini? Setidaknya sudah ada dua dokter yang memiliki kesamaan pendapat dalam hal ini. Dokter pertama adalah dr. David yang saya temui pada saat seminar “Menjadi Ibu Bijak” kemarin Sabtu. Dr. David tidak menyarankan pemberian susu kepada anak di atas dua tahun. Susu hanya penting diberikan untuk  anak dengan panjang badan 50 cm. “Ibu mau anak ibu panjangnya 50 cm doang?”, tanya dr. David. Atuh enggak dok -___-“

Lagipula, kata beliau, beliau pernah meneliti susu-susu yang beredar di pasaran Indonesia, dan hasilnya, hampir semua susu tersebut mengandung hormon binatang yang berasal dari sapi. What? Jadi, kalau dulu sapi perah menghasilkan 2 liter susu per hari, sekarang sapi-sapi itu bisa menghasilkan sampai 20 liter susu per hari. Apa rahasianya? Ternyata sapi-sapi tersebut diberi hormon agar dapat memproduksi susu dengan jumlah yang wow tersebut. Dan, seperti kita –ibu menyusui- yang biasanya akan lecet jika bayi menyusu terus, sapi-sapi itu juga memiliki risiko luka dan menyebabkan infeksi, oleh karena itu, sapi-sapi perah itu diberikan antibiotik untuk meminimalisir luka yang diakibatkan oleh proses perah yang tak kunjung henti. Kasian ya sapinya. Tapi, lebih kasian mana dengan anak-anak kita yang mengonsumsi susu dengan hormon binatang? Huhu.. Hormon binatang inilah yang disinyalir mengakibatkan kegemukan pada anak-anak yang mengonsumsi susu.

sumber:antarafoto.com
Dokter kedua adalah dokter ahli penyakit dalam yang menangani si Kakak (keponakan) waktu (maaf) pupupnya berdarah. Kata dokter spesialis itu, zaman sekarang banyak sekali anak-anak kecil yang sudah mengalami gangguan usus, bahkan kanker usus (naudzubillahimindzalik). Hal ini dikarenakan kualitas susu yang dikonsumsi anak-anak sudah tidak sama lagi dengan kualitas susu pada zaman dulu. Susu zaman sekarang sudah ‘kemasukan’ zat-zat seperti hormon binatang yang cenderung tidak cocok dengan usus anak manusia. Hal ini mengakibatkan dinding usus teriritasi sehingga menyebabkan gangguan usus. Saudara-saudara si Kakak memang bermasalah semua dengan masalah pupup. Adik-adiknya langganan sembelit, bahkan harus dirangsang dulu kalau mau pup, duh kasian! Akhirnya, Bunda (ibu si Kakak) memutuskan untuk membatasi konsumsi susu pada anak-anaknya. Susu formula distop peredarannya dari dapur rumah dan diganti dengan susu UHT. Susu UHT yang diberikan kepada si kecil pun dicampur dengan air terlebih dahulu agar tidak terlalu kental. Hasilnya signifikan, anak-anak Bunda tidak lagi sembelit atau drama saat mau pup. Dan akhirnya saya juga menerapkan hal yang sama dengan Ahza. Toh Ahza minum susu UHT bukan karena butuh tapi karena hanya suka dengan rasanya saja. Jadi ya gapapa kan ya saya ‘oplos’ pakai air putih. Hohoho..

Dari kedua penjelasan dokter itu, saya jadi makin galau karena sampai hari ini Ahza masih mengonsumsi susu UHT. Karena tidak mungkin saya menyetop sama sekali konsumsi UHT Ahza, jadi saya hanya bisa meminimalisir konsumsi susu UHT pada Ahza, ya salah satunya dengan meng’oplos’ susu Ahza :D
Selain itu, kalau sudah mau 2 tahun, saya juga mau menyapih Ahza dari segala macam susu. Niatnya, saya ingin menjadikan susu ini sebagai minuman rekreasional saja untuk Ahza, bukan sebagai minuman wajib yang harus kudu diminum. Asupan vitamin dan segala macamnya saya harap bisa dipenuhi dengan makanan yang sehat dan bervariasi.

Hayyaahh.. Ayo semangat yaaa ibu-ibu!!!
Ternyata seorang ibu itu selain harus tangguh juga harus kreatif ya. Kreatif supaya anak-anak kita ga bosen dan mau untuk makan apa saja yang kita hidangkan di meja makan. Dan tentunya jadi teladan makan sehat buat anak-anaknya. Kayaknya sekarang saya harus dadah dadah ke mie instan karena saya hobi banget makan mie. Takut kebiasaannya nular ke Ahza.

Nah, balik lagi ah ke persusuan. Jadi, ibu-ibu pilih mana? UHT? Susu formula? Atau tidak keduanya?
Apapun pilihannya, pastikan itu yang terbaik untuk anak dan keluarga yaa...

Yuk, sharing-sharing dong di kolom komentar. Siapa tau bisa jadi pencerahan untuk saya dan ibu-ibu lainnya..

Salam sayang,
-Si Ibu Jeparah-

-----
#odopfor99days #day16

49 comments :

  1. Teh aku meringis liat foto sapi yang diperahnya begitu. Dulu pernah ke peternakan sapi masih kecil, sapi di ajak ngobrol pas diperah dan si pemerah bilang makasih sambil ngelus-ngelus sapi, makanya itu ngaruh ke kualitas susunya ya..
    Sedang sekarang sapi kayanya stress-stress yaa kasian liatnya.. Hiks hiks
    AKu mah belum memutuskan io gmna, soalnya tiap jam 3 pagi dia bangun bilang " susu anget " jadi mau ga mau masih konsumsi sufor huhu

    ReplyDelete
    Replies
    1. haha, iyaa aku juga masih galau.. ahza masih addict juga sama uht..
      tapi masih nenen nenen juga sih hihi..

      Delete
  2. anakku sampe sekarang minumnya sufor Mbak, tapi apapun yang diminum oleh anak-anak kita semoga mereka sehat selalu yah, amin..

    ReplyDelete
    Replies
    1. aamiin. iya mba, yang paling penting semoga ank2 kita sehat2 selalu yaa :D

      Delete
  3. Pilih air putih mba Des hehehe...
    Tadinya pas 1th maju mundur mau nyobain UHT. Apalagi waktu si bocah gak mau lagi minum ASIP karena maunya yang fresh from the gentong :P. Salah satu pertimbangan kenapa mundur adalah karena ya susu bukan lagi kebutuhan utama anak, tapi harus dari variasi makanannya. Kalsium banyak di susu? di makanan juga ada :) jadi ya sudah, memutuskan untuk saat ini tidak pake susu apa2..hanya ASI saja + variasi makanan dan buah. Lumayan jadi gak ribet kalau kemana2 harus bawa termos dan botol hahahaha, ini modus banget daaah

    ReplyDelete
    Replies
    1. nah, saya pikir kalo UHT itu simple. emang iya sih.. ga rempong..
      tapi anaknya jadi terlalu suka sama uht.. huhu..
      bener mba.. yang penting makanan bergizi ya.. :)

      Delete
  4. Hmmm bener juga ya mba. Perlu dipikir juga UHT apa sufor buat bantu. Sekarang sih azizah masih asi tok. Tapi siapa tau beberapa waktu lagi mulai malas
    Thanks infonya mama.

    ReplyDelete
    Replies
    1. saran saya ga usah kasih sufor atau uht mba.. asi aja cukup..
      setelah itu lanjut mamam aja.. repot juga kalau udah 'kecanduan' susu hihihihi

      Delete
  5. asi pernah, uht pernah, sufor juga, campur2 mak, hehe

    ReplyDelete
    Replies
    1. hihi iya mak, ahza juga campur2, tapi sufor ga suka.. :)

      Delete
  6. Anak2ku, sejak di sapih (2th) sampe umur 3th aku kasih UHT. Umur 3th sampe sekarang aku kasih sufor bo**to supaya tinggi. Karena papa bundanya agak kurang tinggi, jd kita kasih susu itu utk bantu tumbuh ke atas, selain kita rutinin berenang

    ReplyDelete
    Replies
    1. ayooo rajin berenang :D
      ahza juga mau dikasih latian berenang ahh :)

      Delete
  7. Waaahh.. bubuu.. makasih banyak penjelasannya lengkap bangeeett.. :D
    Q sampai sekarang masih ASI + UHT. Sejak dulu banyak debat sama omanya soal sufor, berhubung aku anak sufor dulunya, hehee.. tapi emak-bapake tetep keukeuh kasih tambahannya cukup UHT.. Nutrisi lainnya dilengkapi dari makanannya aja.. :)

    ReplyDelete
    Replies
    1. sama2 mba.. semoga bermanfaat yaa :):)
      semangaaatt!

      Delete
  8. Uwaaa...jd meringis liat sapinya,klo dd fatin masih suka ASI tp kynya asi aqu dah berkurang jd aqu kasih susu pedia sure...klo diliat dr komposisinya gak mengandung susu sapi tp sari pati jagung...mudah2an tetep sehat dan lincah...thanks yah ibu2 ilmunya...jd nambah wawasan juga

    ReplyDelete
    Replies
    1. iyaa sama2 bun.. semoga anak2 sehat2 yaaa :D

      Delete
  9. Anakku dua2nya juga masih sufor tu mb. Klo stop susu..trus nggak jadi 5 sempurna dong mbak? Aku juga kadang bingung klo ada yang bilang susu baik, ada yang bilang susu obesitas, dsb... Akhirnya aku lihat anakku mb. Mereka nggak obesitas, ya sudah..susu jalan terus.

    ReplyDelete
    Replies
    1. dulu memang 4 sehat 5 sempurna yaa..
      tapi ternyata sekarang sudah diupdate bun..
      jadi lingkaran menunya seperti yg saya tampilkan di postingan saya.. ada sayur, serealia, buah-buahan dan sumber protein. susu adanya di luar lingkaran itu. jadi tidak diberikan pun tidak apa2..

      susu sapi beda2 bun reaksinya ke tiap anak..
      semoga sehat2 yaa.. semangaatt

      Delete
  10. Hi mba, salam kenal (:
    Anakku (23mo) skr masih ASI dan tambahan uht utk selingan. Awalnya full cream, tp terlanjur kenal rasa strawberry dan vanilla. Dan skr sudah bisa milih rasa :D

    ReplyDelete
    Replies
    1. ahza juga rasa stroberi bun.. huhu..
      sudah suka yang manis2 yaaa.. :D

      Delete
  11. Kalau anak nya susah makan gimana ya ?

    ReplyDelete
    Replies
    1. tugas bundanya untuk kreatif menyajikan makanan bun..
      ayo semangaaattt :D

      Delete
  12. Kalau anak nya susah makan gimana ya ?

    ReplyDelete
  13. Kl anak saya doyan bgt sm susu..mau sufor ato uht..kl kedoyanan ank saya itu,akhrnya sufor ny diencerin..kl ga diencerin kental bgt and nanti susah pup..

    ReplyDelete
    Replies
    1. iya bun.. ahza juga uht nya diencerin.. semoga sehat2 selalu yaa aamiin

      Delete
  14. Hai mba, salam kenal, saya kiki, ibu dr anak 17m, anak saya cuma asi sampai sekarang, minum UHT kalo dikasih sodara saja. Saya juga tidak berpikiran kasih anak susu tambahan nantinya secara kontinyu. Tapi daripada nanti anak saya jajan minuman macem2,mending saya kasih susu UHT atau minuman probiotik aja. Alhamdulillah sampai saat ini anak sy blm kenal jajan. Anak saya lahir kolik dan dari bayi sudah dikasih probiotik, kata dokter yg menanganinya lebih baik diperbaiki penyerapan diususnya biar dikasih apa aja mudah terserap.izin share ya. :)

    ReplyDelete
    Replies
    1. alhamdulillahh. sehat2 selalu yaa..
      terima kasih sudah sharing bun :)

      Delete
  15. Aku aku dape asi sampe TK wkwkk berkah banget :-)

    ReplyDelete
    Replies
    1. luar biasa mbaaa....
      iyaa rezeki banget.
      pasti deket banget yaa sama mama :D

      Delete
  16. Hai mba, salam kenal...aq juga emak2 galau nich, abidzar sering banget batuk pilek, ada yang nyaranin kasih susu soya aja.
    dia doyan banget susu...sekarang susunya aq kasih dikit aja, setengah sendok airnya 100ml, biar ga kebanyakan sofur dan makannya jadi banyak...hehehehehe

    ReplyDelete
    Replies
    1. salam kenal mba :D
      memang batpilnya gegara konsumsi susu? ada hubungannya kah? :)
      iya mba.. hidup oplosan! hehehehe

      Delete
  17. saya dr kecil gak doyan susu, tp nanti kalo punya anak dikasih susu setelah 1 th gak papa sih. tp ASI tetep 2 th #Maunyaaa

    ReplyDelete
    Replies
    1. mba jiaaahhh.. hayu atuh bikin anaknyaaa #eh kwkkwkwk

      Delete
  18. Assalamualaikum bund..salam kenal saya suci ..anak saya Alhmdllh udh 12m ...sampai sekarang debay masih asi tanpa dikasih selingan sufor maupun uht dan Alhmdllh nya menu mpasi beragam dari karbo(oat,beras putih,beras merah,sampai ta kasih beras hitam)dan sayurannya jg beragam...ikan jg beragam untuk sarapan sy kasih oat di mix buah2an...org2 pada nanya ko anak sy ngk gemuk2..yah sy cm blang mgkn makanan nya lebih banyak ke pertumbuhan otak dan organ lainnya akhirnya gk gemuk yg jelas anak saya sehat,cerdas dan lincah...saya tadi nya sih pgn ngasih susu uht setelah umur 2y cuman mikir2 lagi setelah membaca the miracle of enzim yg isi nya sm dgn artikel yg bunda share ini....skrg debay agak susah makan dikarenakan kebanyakan mainnya...tapi tetep semangat ngasih yg terbaik untuk si buah hati..hehehe#semangatyabunda2emangkitadiharuskancerdasuletdansabar#biaranakkitajadianakygsehatcerdasdanaktif#sip

    ReplyDelete
    Replies
    1. salam kenal bun suci :D
      setuju bun.. nanti aja dikenalkan susu lain setelah 2 tahun.
      tapi kalau bisa sih ga usah aja..
      makanan bergizi udah cukup banget :)
      semoga sehat2 yaaa

      Delete
  19. Assalamualaikum bund..salam kenal saya suci ..anak saya Alhmdllh udh 12m ...sampai sekarang debay masih asi tanpa dikasih selingan sufor maupun uht dan Alhmdllh nya menu mpasi beragam dari karbo(oat,beras putih,beras merah,sampai ta kasih beras hitam)dan sayurannya jg beragam...ikan jg beragam untuk sarapan sy kasih oat di mix buah2an...org2 pada nanya ko anak sy ngk gemuk2..yah sy cm blang mgkn makanan nya lebih banyak ke pertumbuhan otak dan organ lainnya akhirnya gk gemuk yg jelas anak saya sehat,cerdas dan lincah...saya tadi nya sih pgn ngasih susu uht setelah umur 2y cuman mikir2 lagi setelah membaca the miracle of enzim yg isi nya sm dgn artikel yg bunda share ini....skrg debay agak susah makan dikarenakan kebanyakan mainnya...tapi tetep semangat ngasih yg terbaik untuk si buah hati..hehehe#semangatyabunda2emangkitadiharuskancerdasuletdansabar#biaranakkitajadianakygsehatcerdasdanaktif#sip

    ReplyDelete
  20. Haiii emaknya ahza....
    Tooosssss duluuu ahhh ������
    Ini critanya 11-12 dehhhh ama dimitri, lg doyan susu uht dan badannya nga gemuk2 ����

    Emaknya berdoa biar anaknya kelamaan bosen ama susu uht dan makannya jd lbh banyak krn dimitri one of picky eater .

    Tp yg penting smoga smua anak2 kita sehat dan cerdas ������

    ReplyDelete
    Replies
    1. tosss..
      salam dimitri! :D
      haha iya bun..
      kayanya memang bawaan ibu bapaknya kurus juga sih tapi ahaha
      sehat2 yaa

      Delete
  21. Haiii emaknya ahza....
    Tooosssss duluuu ahhh ������
    Ini critanya 11-12 dehhhh ama dimitri, lg doyan susu uht dan badannya nga gemuk2 ����

    Emaknya berdoa biar anaknya kelamaan bosen ama susu uht dan makannya jd lbh banyak krn dimitri one of picky eater .

    Tp yg penting smoga smua anak2 kita sehat dan cerdas ������

    ReplyDelete
  22. Anakku berhenti minum susu secara rutin sejak keduanya usia TK. Sejak aku kenal food combining, semakin aku batasi. Sesekali (belum tentu seminggu sekali) masih mimik UHT, ya... sebagai obat kangen dan hiburan. Ha..ha... beda-beda tipis antara sehat dan irit *emaknya kipas-kipas

    ReplyDelete
  23. akupun lbh setuju UHT kok mba.. tp papinya anak2 nih, yg ga setuju -__-.. pdhl kalo UHT mikirnya sih krn praktis aja.. tinggal minum.. dan krn aku hobi traveling, kalo bawa anak, juga ga repot.. tp sepertinya anak kedua nanti aku keukeuh ah mw ksh UHT :D

    ReplyDelete
  24. Anak pertamaku setelah dua tahun mau minum susu apa aja, gak kuwajibkan jg sih. Makannya udah banyak jd aku ngrasa susu gk begitu penting, cuma buat selingan aja. Kalau anak kedua, gak suka susu baik uht maupun formula, lebih suka es krim :))

    ReplyDelete
  25. Anakku ASI plus sufor... hehe
    Uht blm pernah coba... sulit dapetinnya...

    ReplyDelete
  26. Rani dulu sempat sufor, tapi bentar banget. Sampai sekarang yaa itu betah sama susu UHT :)

    ReplyDelete
  27. Dulu padahal pernah dibilangi kalau anak susah BAB, susunya diencerin dulu. Membaca tulisan ini jadi ingat kembali. Makasihmbak Desy

    ReplyDelete
  28. Jangan lupa bund penggunaan susu formula itu sebenernya harus sesuai petunjuk dokter. Read journal http://www.who.int/nutrition/publications/infantfeeding/9241541601/en/

    Ada kode pemsarannya, dan salah satu isinya yg menurut saya paling penting karena gencar sekali dilakukan di Indonesia, yaitu bahwa produk2 yg berfungsi sbg pengganti ASI tidak boleh didukung/dipromosikan. Nah.

    ReplyDelete
  29. Hahaha...br bc tulisan bunda...kl sy ada pengalaman gini...2 anak sy krn pengetahuan asi kurang & krn kerja sy cr gampang aja pake sufor yg harga selangit (gpp demi anak), alhasil yg cwek susah maem sampe usia 4y...yg cwok jago maem alhamdulillah (seneng bgt)....begitu punya anak k 3....sy berkomitmen mesti ASI full u/ membalas ketidaktahuan pentingnya ASI sy baca2 smua artikel...lah kok suami ndak mendukung, d belilah smua perlengkapan sufor & sufor yg persis spt kakak2 nya dulu.hampir tiap hr sy emosi sama suami, abis krn alasan kasian liat sy yg kepayahan neteki (maaf krn punting tdk ada jd lecet berdarah2 gitu, menangis setiap neteki, tp sy tahan)suami maksa kasi sufor.sy ndak mau gagal lg...alhamdulillah meski tanpa dukungan suami & kluarga Sy bs bertahan....hingga masuk k masa2 MPASI, sy aktif baca2 artikel....alhamdulillah MPASI lancar & ASI pun masi lancar...baby skrg da 11m...perkembangaannya luar biasa pesat & daya tahan tubuh alhamdulillah kuat...pelajaran yg bs sy petik yaitu KOMITMEN memberikan yg terbaik buat baby...😊

    ReplyDelete
  30. Hahaha...br bc tulisan bunda...kl sy ada pengalaman gini...2 anak sy krn pengetahuan asi kurang & krn kerja sy cr gampang aja pake sufor yg harga selangit (gpp demi anak), alhasil yg cwek susah maem sampe usia 4y...yg cwok jago maem alhamdulillah (seneng bgt)....begitu punya anak k 3....sy berkomitmen mesti ASI full u/ membalas ketidaktahuan pentingnya ASI sy baca2 smua artikel...lah kok suami ndak mendukung, d belilah smua perlengkapan sufor & sufor yg persis spt kakak2 nya dulu.hampir tiap hr sy emosi sama suami, abis krn alasan kasian liat sy yg kepayahan neteki (maaf krn punting tdk ada jd lecet berdarah2 gitu, menangis setiap neteki, tp sy tahan)suami maksa kasi sufor.sy ndak mau gagal lg...alhamdulillah meski tanpa dukungan suami & kluarga Sy bs bertahan....hingga masuk k masa2 MPASI, sy aktif baca2 artikel....alhamdulillah MPASI lancar & ASI pun masi lancar...baby skrg da 11m...perkembangaannya luar biasa pesat & daya tahan tubuh alhamdulillah kuat...pelajaran yg bs sy petik yaitu KOMITMEN memberikan yg terbaik buat baby...😊

    ReplyDelete
  31. Ibu Jerapaaaah... sepakat sama tulisan diatas. Semakin sedikit proses pengolahan, kandungan nutrisi aslinya semakin bisa dijaga. Meski lama penyimpanannya menjadi lebih singkat. Kalau ingin mengonsumsi susu, saya lebih memilih beli susu segar, nanti dipasteurisasi sendiri. Susu segar bisa disimpan di freezer selama 1 minggu. Tiap mau merebus, ditaruh dulu di kulkas lalu suhu ruang untuk menurunkan suhu (thawing). Kalau untuk amunisi bepergian, pilihan jatuh ke susu UHT.

    Dan untuk penambahan aneka rupa nutrisi pada susu bubuk, namanya fortifikasi. Memperkaya susu dengan zat-zat gizi yang tidak terkandung secara alami pada susu. Tentu lebih sehat jika menyuplainya dari sumber pangannya langsung ya, seperti yang teh Dessy sebutkan diatas.


    Nice share teh, semangat memberikan yang terbaik. InsyaAllah Allah menilai prosesnya :)

    ReplyDelete

Komentar anda, Semangat saya :D

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...