January 18, 2016

Menjadi Konselor Laktasi: Sahabatnya Ibu Menyusui

Ibu-ibu cantik, silahkan menjawab pertanyaan-pertanyaan ini yaa:
  1. Apakah kamu suka greget dengan ibu yang dengan mudahnya memberikan susu formula pada bayinya?
  2. Apakah kamu ingin membantu ibu menyusui yang kesulitan dalam menyusui bayinya?
  3. Apakah kamu ingin meluruskan mitos-mitos menyusui yang terbukti menyesatkan para ibu menyusui?
  4. Apakah kamu suka berbagi informasi dan cerita-cerita tentang ASI dan menyusui kepada teman atau keluarga?
  5. Apakah kamu menyukai dunia ASI dan menyusui?
Kalau jawabannya iya, yuk gabung menjadi sahabat ibu menyusui!
Salah satu caranya adalah dengan menjadi konselor laktasi. Belum pernah mendengar tentang konselor laktasi?

Yuk simak informasi singkat mengenai profesi mulia ini.. :D

Apa dan Bagaimana Menjadi Konselor Laktasi?

Bagi para ibu menyusui yang memiliki masalah dalam menyusui -entah itu dalam teknik atau kualitas kuantitas ASI-, konselor laktasi dapat menjadi solusi terbaik untuk dapat memecahkan masalah menyusui tersebut. Lalu, apa sih sebenarnya konselor laktasi itu?

Konselor adalah seseorang yang memiliki keahlian dalam melakukan konseling atau penyuluhan. Untuk dapat melakukan konseling atau penyuluhan, seorang konselor sebelumnya harus memiliki sertifikat sebagai bukti bahwa ia telah memiliki keahlian yang akan digunakannya untuk menyelenggarakan konseling atau pelatihan.

Sedangkan laktasi adalah keseluruhan proses menyusui, dari mulai ASI diproduksi hingga proses bayi menghisap dan menelan ASI.

Jadi, konselor laktasi adalah seseorang yang memiliki sertifikasi dalam bidang menyusui dan berwenang untuk melakukan konseling, penyuluhan atau pendidikan kepada ibu menyusui. Konselor laktasi ini adalah sebuah profesi yang mulia karena banyak ibu menyusui yang sangat terbantu akan adanya konselor laktasi.

Tidak melulu seorang praktisi kesehatan, tapi semua orang bisa menjadi konselor laktasi. Sebelum menjadi konselor laktasi, kita harus terlebih dahulu mengikuti Pelatihan Konselor Laktasi berdasarkan Modul 40 Jam WHO (World Health Organization). Apa saja sih yang akan dipelajari pada pelatihan ini? Adalah Mia Sutanto yang merupakan Ketua Umum AIMI menjelaskan secara lengkap di sini.

Mengapa harus mengikuti pelatihan terlebih dahulu? Berikut beberapa alasan mengapa seorang konselor laktasi wajib mengikuti pelatihan konselor laktasi:
  1. Seseorang berhak memberikan penyuluhan atau konseling menyusui jika sudah memiliki sertifikat yang bisa diperoleh jika mengikuti pelatihan konselor laktasi.
  2. Dengan mengikuti pelatihan ini, kita akan memperkaya wawasan mengenai ilmu ASI dan menyusui yang diharapkan dapat bermanfaat untuk diri sendiri dan terutama untuk membantu ibu-ibu menyusui yang memiliki permasalahan dalam menyusui.
  3. Dengan memiliki ilmu yang benar dan bukan sekedar mitos atau "katanya", kita dapat lebih percaya diri dalam menyebarkan informASI mengenai ASI dan menyusui serta memberikan dukungan kepada ibu menyusui.
  4. Ibu-ibu masa kini pasti susah percaya dengan si katanya-katanya. Oleh karena itu, sangat penting bagi seorang konselor menyusui untuk memiliki keabsahan akan keahliannya dalam menyusui yang dibuktikan dengan sertifikasi konselor menyusui.
  5. Dengan memiliki sertifikat sebagai konselor menyusui, kita dapat memberikan penyuluhan kepada keluarga dan masyarakat sekitar, dan bukan tidak mungkin untuk membuka sebuah tempat konsultasi mengenai menyusui atau klinik laktasi. Hal itu tentunya dapat menjangkau lebih banyak ibu menyusui di daerah tempat tinggal anda. Oia, kita juga bisa bergabung dengan komunitas konselor laktasi yang dibawahi oleh Asosiasi Ibu Menyusui Indonesia (AIMI).
Tertarik untuk menjadi konselor laktasi dan ingin mengikuti pelatihan konselor laktasi? Berikut adalah informasi mengenai jadwal pelatihan pada tahun 2016 ini beserta biaya investasinya. Oia, untuk informasi lengkap bisa langsung menghubungi Sentra Laktasi Indonesia yaa :)

Sumber: Sentra Laktasi Indonesia

Konselor Laktasi Sahabat Menyusuiku

Oia, saya juga memiliki pengalaman menyenangkan dengan salah satu konselor laktasi di Bandung. Orangnya baik dan cantiik sekali. Dia adalah dr. Stella. Pertama kali bertemu di grup onlineshop ProASI dan ternyata beliau adalah seorang konselor laktasi.

Waktu itu saya merasa ASI saya seret banget, karena hati yang sedang galau dan Ahza yang menangis terus-menerus. Belum lagi berat badan Ahza yang selalu stagnan dari bulan ke bulan. Akhirnya saya memutuskan untuk pergi ke konselor laktasi karena saya ga tau harus berbuat apa.

Datanglah saya ke klinik laktasi dr. Stella. Sampainya di sana, saya diberikan beberapa pertanyaan seputar proses menyusui saya dan Ahza. Kemudian dr. Stella juga memperhatikan bagaimana proses pelekatan dan menyusuinya Ahza. Setelah observasi, dr. Stella menyatakan kalau tidak ada masalah dengan pelekatan Ahza ke payudara saya. 

Saat itu, berdasarkan observasi, yang menjadi penyebab berat badannya Ahza stagnan adalah karena kemungkinan Ahza jarang mendapatkan hindmilk alias ASI yang kental yang mengandung banyak lemak itu lho. Penyebabnya adalah karena Ahza kalau menyusu tidak pernah lama. Sebentar-sebentar tapi sering sekali. Hal ini menyebabkan Ahza hanya mengonsumsi foremilknya saja karena hindmilk sendiri baru diproduksi oleh payudara sekitar 15 menit setelah menyusui. Wah, boro-boro 15 menit, Ahza bisa bolak-balik menyusu kanan kiri setiap 5 menit sekali.

Jadi, bagaimana solusinya? dr. Stella menyarankan saya untuk memompa ASI saya setiap setelah Ahza menyusu. Dengan ini, diharapkan hindmilk yang belum diminum Ahza bisa terpompa dan bisa diminumkan secara manual dengan bantuan feeding cup. Selain itu, dr. Stella juga mengajari saya teknik memompa setiap beberapa waktu sekali yang akhirnya saya kenali dengan teknik power pumping. Power pumping in imemang ngehits di kalangan ibu-ibu yang merasa kuantitas ASInya menurun karena terbukti bisa meningkatkan kuantitas ASI.

Nah, segitu bermanfaatnya ya kunjungan ke konselor laktasi. Sangat mencerahkan dan membantu ibu-ibu galau menyusui seperti saya ini. Benar-benar sahabatnya ibu menyusui. 

Sejak saat itu saya memiliki harapan ingin menjadi konselor laktasi supaya bisa membantu ibu-ibu lain yang memiliki permasalahan menyusui. Tapi apa daya, biaya pelatihannya cukup berat untuk saya. Jadi sampai suatu saat nanti saya punya rezeki untuk ikut pelatihannya, saya memutuskan untuk berkontribusi dengan cara saya sendiri. Yah, walaupun belum maksimal tapi daripada engga kan ya.. Hihihi..

Supaya tambah semangat mengedukASI, yuk kita simak video mengenai Kampanye Menyusui ini.. :)


Yuk kita sama-sama jadi konselor menyusui. Supaya lebih banyak lagi ibu menyusui yang dapat sukses memberikan ASI eksklusif untuk anak-anaknya.

Doakan saya bisa jadi konselor menyusui juga, ya!

Salam ASI..
Tetap semangatttt!! :D

5 comments :

  1. dengan adanya konselor Asi berati banyak ibu yang terbantu ya Mbak. kebetulan waktu saya melahirkan tenaga kesehatannya tidak mendukung pemberian ASiX.

    Semoga cita2nya tercapai ya Mbak. :)

    ReplyDelete
  2. Mba, aku dulu sempat akan ikut pelatihan konselor ASI, tapi jadwalnya nggak pas :(. Sekarang, alhamdulilah bisanya berbagi pengalaman saat menyusui dulu :)

    ReplyDelete
  3. Hai mba boleh tau alamat tempat prakteknya dr stella ini? Thanks in advance

    ReplyDelete
    Replies
    1. Halo mba.. prakteknya di klinik duta kartini, di sebelah Dominos Pizza dekat Pom Bensin Maranatha.
      Sebaiknya buat janji dulu aja mba..
      Ada Facebook Page-nya juga kalau nggak salah.

      Delete

Komentar anda, Semangat saya :D

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...