Jadi Ibu Produktif dengan Smartphone



Di salah satu komunitas ibu-ibu yang saya ikuti sedang ramai digaung-gaungkan program bunda produktif. Bunda produktif di sini maksudnya adalah bagaimana seorang ibu dapat melakukan kegiatan-kegiatan produktif untuk mendukung tugas utamanya sebagai seorang ibu. Kegiatan produktif ini banyak sekali jenisnya. Tapi alangkah lebih baiknya jika sesuai dengan passion si ibu. Kalau suka menulis, produktiflah dengan membuat tulisan-tulisan yang bermanfaat. Kalau suka bersosial, produktiflah dengan melakukan aksi-aksi sosial yang membawa manfaat bagi banyak orang, ya minimal untuk dirinya sendiri dan keluarga. Kalau kamu suka apa?

Cara saya menjadi produktif adalah dengan belajar menulis dan jualan. Iya, belajar, soalnya saya merasa belum bisa menulis dengan baik dan belum bisa menghasilkan omset yang uwow. Hehehe.. Langkah yang saya lakukan dalam belajar menulis adalah dengan mengisi blog ini dengan curhatan tulisan-tulisan yang sesuai dengan hal-hal yang saya sukai.

Nah, kalau masalah jualan ini, sebenarnya saya ga punya bakat menjual. Saya ga bisa maksa-maksa orang untuk beli produk saya.  Nawarin aja malu, apalagi ngomporin untuk beli. Ga bisa.. Pemalu banget sih.. Huhu..

Karena alasan itulah saya memutuskan untuk berjualan online. Dengan berjualan online, saya bisa menghindari face to face dengan calon pembeli yang mana membuat saya grogi. Cukup menjajakan foto, deskripsi produk dan nomor kontak saja. Selebihnya terserah yang lihat. Mau beli alhamdulillah, ga beli ga kenapa-kenapa, asal jangan PHP (curhat pedagang online) hehehe.. Enaknya lagi, jualan online bisa dilakukan dengan menggunakan smartphone lhoo..

Sistem jualan ini saya rekomendasikan untuk ibu-ibu yang :
  1. Grogian kalau ketemu orang kaya saya.
  2. Ga bisa ngomporin orang buat beli barang kita.
  3. Ga punya banyak waktu untuk mendatangi calon pembeli.
  4. Punya bayi, balita atau anak-anak yang nempel sama ibunya kaya perangko.
  5. Ibu hamil yang stay at home dan ga tau harus berbuat apa untuk mengatasi kebosanan.
  6. Kerja kantoran tapi pengen punya penghasilan lebih.
  7. Pasang wifi di rumah tapi belum dimanfaatkan untuk cari uang.
  8. Pengen jadi produktif dan bermanfaat minimal untuk diri sendiri.
  9. Punya smartphone keren tapi cuma dipakai chat dan selfie.
  10. Ga punya modal buat usaha.
Lho, gimana caranya ga punya modal tapi mau jualan?
Tenaaaang ibu-ibu.
Banyak sekali lho produsen atau supllier yang siap membantu kita untuk jualan. Dan hampir tanpa modal, biasanya cukup membeli satu buah produk atau membayar biaya pendaftaran.
Biasanya para produsen dan supplier tersebut memfasilitasi kita dengan sistem dropship atau menjadi marketer. Nah apapula itu mbak ibu jerapah?
  • Sistem dropship. Gambaran sederhana dari sistem ini adalah seperti ini: Penjual A adalah dropshipper dari produsen B. Sebelum berjualan, penjual A wajib melakukan akad dan melengkapi semua syarat dan ketentuan dari produsen B. Biasanya produsen B akan memfasilitasi penjual A dengan daftar produk (gambar dan harga). Penjual A bebas menetapkan harga jual produk sesuai dengan ketentuan yang diberikan produsen B (misalnya, bebas selama tidak di bawah harga jual di pasaran). Kemudian, si penjual A bisa mulai berjualan dengan memposting gambar dan deskripsi produk di sosial media, web atau media lainnya. Jika ada pembeli, pembeli melakukan transfer kepada penjual A, kemudian penjual A akan melakukan pemesanan barang kepada produsen B. 
  • Sistem marketer. Perbedaan dari sistem dropship adalah sebagai berikut: penjual A tidak dapat menetapkan harga barang dan komisi yang didapatkan sudah ditentukan dari awal oleh produsen B. Jika ada pembeli, pembeli akan melakukan transfer langsung kepada produsen A. Nantinya, produsen A akan memberikan komisi sesuai syarat dan ketentuan.
Ibu-ibu bebas memilih cara mana yang paling sesuai dengan hati ibu-ibu. Keuntungan sistem ini adalah kita tidak perlu repot melakukan stok barang dan packing pesanan. Cukup melakukan posting dan melayani pembeli melalui smartphone. Kerugiannya, kalau dapat produsen yang responnya lama atau ga amanah ya wassalam aja deh diomelin pembeli. Maka, sebelum memutuskan dropshipping atau menjadi marketer, pastikan kalau produsen adalah produsen yang amanah, jujur dan memiliki pelayanan yang cepat tanggap.

Memang selama ini berkembang perdebatan tentang status drophip di mata Islam. Tapi menurut saya pribadi, selama ada akad di awal antara penjual dan produsen ini insya Allah masih ga apa-apa. Untuk solusi tentang dropshipping ini bisa dicek di sini yaa..

Oke, sekarang kita sudah punya barang untuk dijual. Langkah selanjutnya adalah melakukan pemasaran. Karena jualan online, pemasarannya tentu online juga. Ada beberapa fasilitas berjualan online yang ada di smartphone yang bisa dimanfaatkan oleh ibu-ibu :
  1. Aplikasi chatting di smartphone. Ini mah memang udah yang paling gampang ya. Aplikasi yang umumnya digunakan untuk jualan online adalah BBM, Whatsapp, Line dan yang baru naik daun adalah Telegram. Caranya? Bisa dengan gonta-ganti status dan foto profil atau mengirimkan Broadcast Message. Untuk BM ini harap dilakukan dengan cara yang elegan ya ibu-ibu, pastikan teman-teman kita ga merasa terganggu dengan jualan kita.
  2. Media sosial. Bisa menggunakan instagram, facebook, twitter, path, dan lain-lain. Saya pribadi sampai saat ini baru menggunakan instagram dan fanpage di Facebook. Oia, masing-masing media sosial punya karakteristik pembeli yang berbeda lho. Sependek pengalaman saya, pembeli di instagram itu pembeli yang fast response. Butuh - Cari - Suka - Beli - Closing. Biasanya begitu menemukan barang yang mereka suka, mereka akan langsung melakukan kontak kepada pembeli dan closing. Yeaaahhh.. Beda lagi dengan di Facebook. Biasanya nanya-nanyanya lamaaaa dan ujung-ujungnya ga jadi beli. Chat ga dibalas. Huhu.. Lagi-lagi, gunakan media sosial dengan bijak ya. Walaupun berjualan, pastikan akun jualan kita membawa manfaat untuk pengunjung. Caranya bisa menyelipkan quotes, tips atau info lainnya di sela-sela jualan kita. Trust me, it works :)
  3. Web. Bisa pakai blog atau website resmi. Saya belum konsisten untuk hal ini. Tapi ada beberapa produk yang banyak dicari via google dan yang keluar adalah blog online shop saya. Mungkin bisa dioptimalisasi lagi ya. Tinggal malesnya aja nih yang bikin stagnan. Zzzz..
  4. Marketplace. Di Indonesia banyaaak sekali marketplace yang bertebaran. Mulai dari yang ngeheits yang pasang iklan di tv sampai yang gerilya nyari online shop supaya menggunakan marketplace mereka via japri. Ada tokopedia, OLX, bukalapak, shopee, moxy dan banyak lagi. Belanja di marketplace ini memang menguntungkan penjual dan pembeli dari segi keamanan. Mayoritas marketplace menggunakan sistem pembayaran terpusat, yang artinya pembeli melakukan pembayaran ke rekening marketplace. Setelah barang diterima, baru markeplace tersebut melakukan pembayaran ke rekening penjualan. Bagus sih sistemnya, tapi tidak direkomendasikan untuk para dropshiper karena perputaran uangnya cukup lama, biasanya semingguan. Tapi kalau memang punya modal yang cukup, dropshipper juga bisa menggunakan fasilitas ini.
Silahkan dipilih fasilitas berjualan yang sesuai dengan hati dan kondisi rumah ya.. Ingat, utamakan keluarga. Soalnya ga bisa dipungkiri, saat memulai jualan online ini pasti jadi semangat dan kadang-kadang ngorbanin waktu tidur buat update barang dagangan. Yaa asal jangan dikomplen suami dan anak-anak aja yaaa.. Hehehehe..

Oke, sekarang kita sudah punya barang jualannya dan sudah tau mau jualan di mana.
Saatnya ACTIOOOOONNN...
Saatnya menjadi ibu-ibu produktif.
Menjadi ibu yang disayang anak dan suami sekaligus ibu produktif yang bisa punya penghasilan sendiri.
Bukan ga mungkin lho, modal smartphone bisa menghasilkan omset jutaan rupiah.
Ih kereeennn..
Mau dong aku kaya gituu..

Yuk rame-rame kita jadi MOMPRENEUR.

Yang punya pengalaman dan tips seputar jualan online ditunggu komennya di bawah sini ya...
Semangaaaatt!!:D

Baca juga:
Cara Mudah Berjualan di Instagram

-----
#ODOPfor99days #Day2

Postingan populer dari blog ini

Cara Mudah Menambah Followers Onlineshop di Instagram

Bermain di Kid's Land Paris Van Java Mall Bandung

Mengenal dan Mengembangkan Bakat Anak