A New Type of Hot Mama



Apa yang ada di pikiran kamu saat membaca judul tulisan ini?
Hot Mama?

Yang seperti ini kah?

Si sexy Jolie. Sumber: eonline.com
Atau seperti ibu yang satu ini?

Berprestasi seperti Dian Sastro. Sumber: medan.tribunnews.com
Nah, mungkin yang ini ya?

Shireen yang cantik dan sholehah. Sumber: tribunnews.com
Setiap orang pasti punya definisi sendiri tentang Hot Mama. Pun saya. Gapapa yaa beda sendiri hihi.. Menurut saya,
"Hot momma adalah ibu yang melakukan berbagai macam daya upaya untuk memperkenalkan buku kepada si kecil sedini mungkin agar si kecil cinta dengan buku saat dia tumbuh dan berkembang."
Ini definisi hot mama menurut saya. :)

Memangnya Ada Apa dengan Membaca?

Karena saya seorang ibu, saya ingin sekali supaya Ahza bisa bersahabat dengan buku, minimal seperti saya. Saya adalah seorang pecinta buku sejak kecil. Saya ingat betul, saat itu saya sedang terbaring lemah di kamar karena sakit dan absen dari sekolah. Karena bosan, saya memutuskan untuk mengoprek lemari di belakang rumah. Alasannya karena iseng saja, karena seharian tidak beraktivitas apapun. Dan ternyata, di situlah saya menemukan buku Lima Sekawan edisi lawas. Hari itu saya habiskan dengan melahap habis buku detektif karangan Enid Blyton tersebut. Saya terbius dengan petualangan super seru Lima Sekawan saat berkejaran dengan penjahat! Mungkin saat itu saya sampai lupa dengan sakit yang saya rasakan. Hehehe..

Dan itulah awal mula percintaan saya dengan buku. Sejak itu, uang jajan dan uang pemberian tante, om atau nenek saya habiskan dengan melengkapi serial Lima Sekawan sampai benar-benar lengkap. Setelah lengkap, saya mengoleksi serial-serial lain mulai dari petualangan sampai cerita horor. Tak berhenti sampai di situ, saya juga sangat menyenangi semua buku lawas yang ada di perpustakaan sekolah. Dari SD hingga SMP, setiap istirahat Jum'at-an saya habiskan dengan memilih buku yang akan saya pinjam untuk saya baca di hari libur sekolah. Dari perpustakaan saya mengenal buku-buku Buya Hamka, Idrus, NH Dini dan penulis-penulis senior Indonesia lainnya. Selain itu, saya juga sangat suka dengan buku-buku sejarah yang terdiam malu di pojokan rak perpustakaan. Bukunya memang suram, tapi cerita-ceritanya sungguh membuat saya merasakan bagaimana beraninya para pahlawan dalam memperjuangkan kemerdekaan Indonesia pada saat itu.

Dan, betapa serunya saat saya menemukan spot-spot toko buku bekas di Bandung. Aaahh, saking serunya mencari-cari buku, biasanya partner jalan-jalan saya kebingungan, apa yang saya cari di tumpukkan buku-buku yang sudah menguning ini? Eits, jangan salah. Di toko-toko buku bekas kita bisa menemukan beraneka buku klasik yang sudah jarang ditemui di toko buku besar manapun dengan harga yang sangaaat miring. Itu harta karun saya :)

Lantas, apa manfaatnya untuk bocah ingusan seperti saya waktu itu? Memang, pengetahuan-pengetahuan yang saya dapatkan dari membaca tidak semuanya keluar di soal ujian sekolah atau ujian negara. Tapi, sejak masih ingusan itulah saya dikenal sebagai anak kutu buku yang tau banyak tentang segala sesuatu. Walaupun masih kecil, papa dan orang-orang sering mengajak saya berdiskusi atau sekedar menanyakan hal-hal apa saja termasuk berita terbaru (karena saat itu kami berlangganan koran pagi yang biasanya saya baca saat pulang sekolah).

Tak ada ruginya menjadi kutu buku. Kita jadi tau banyak tentang dunia. Ya, dunia. Bukan sekedar Bandung atau Indonesia saja. Kita bahkan bisa tau kebudayaan di Inggris sana hanya dengan membaca Lima Sekawan. Menyenangkan bukan?

Belum lagi, saat ini di Indonesia sudah terdapat banyak penerbit yang menerbitkan buku-buku berkualitas untuk anak bangsa. Salah satunya adalah Stiletto Book. Penerbit ini mendedikasikan diri untuk menerbitkan buku-buku fiksi dan nonfiksi yang berkaitan dengan dunia perempuan. Dengan membaca buku-buku terbitan penerbit buku perempuan ini, diharapkan perempuan Indonesia bisa merasa seksi dengan kecerdasannya, percaya diri dengan apa yang dia kuasai dan tampil lebih optimal dengan pengetahuan yang dia miliki. Hidup perempuan Indonesia!

Menularkan Virus Baca kepada Anak

Setelah ada Ahza, saya jadi berpikir bahwa saya punya kewajiban untuk menularkan virus baca ini kepada Ahza. Selain banyak manfaat yang akan dirasakannya kelak, ternyata membaca buku juga memberikan banyak manfaat untuk tumbuh kembang si kecil :
  1. Membaca dapat memperluas kemampuan berbahasa si kecil. Dengan membacakan buku kepada anak, anak menjadi tau beraneka kosa kata baru yang berasal dari benda-benda yang terdapat di dalam buku.
  2. Membaca buku dapat melatih anak untuk dapat mendengar apa yang ibu katakan dan melihat objek-objek yang ada di dalam buku, sehingga si kecil bisa terlatih untuk memusatkan perhatian terhadap sesuatu.
  3. Membaca buku juga berpengaruh terhadap perkembangan sosial anak. Dengan membaca buku bersama anak, anak akan merasa diapresiasi dengan perhatian dan kasih sayang si ibu. Selain itu, dari intonasi ibu saat membacakan cerita, anak juga bisa belajar mengenai macam-macam emosi yang dirasakan manusia.
  4. Membaca buku pun dapat menjadi media pembelajaran bagi si kecil. Banyak buku yang memiliki kandungan etika dan moral yang dapat digunakan ibu untuk mengajarkan kepada anak tentang mana yang baik dan mana yang buruk. Selain itu, buku-buku tentang self help juga dapat membantu ibu untuk mengajarkan kemandirian kepada anak, seperti misalnya belajar makan sendiri. Dan hal ini terbukti ampuh untuk Ahza.
Buku kami tersebar di mana-mana. Ada di rumah opa dan di Bekasi. Dan ini adalah perpustakaan super mini kami di rumah ninin (mama saya)
Beruntung bagi saya, karena Ahza yang berumur 1,5 tahun sudah terbiasa dengan membaca buku. Setiap hari, kami usahakan untuk membaca minimal satu buah buku. Selain membiasakan anak untuk membaca, hal ini juga manjur untuk mengisi waktu-waktu yang biasanya anak menjadi rewel. Biasanya kalau sudah capek atau terlihat ngantuk, ibu bisa membawa anak ke kamar dan membacakan buku favoritnya. Hal ini bisa menjadi relaksasi juga bagi ibu dan anak yang sudah lelah beraktivitas seharian.

Buku yang colorful bisa menarik perhatian si kecil

Selain ilustrasi, moral pada buku juga menjadi hal penting dalam memilih buku bacaan si kecil
Jalan untuk memfasilitasi buku bergizi untuk Ahza adalah bukan hal yang mudah untuk saya. Sebagai seorang singlemom dan mahasiswi, saya belum memiliki penghasilan tetap. Penghasilan yang saya dapatkan dari berjualan online memang lumayan tapi belum sebanding dengan apa yang dibutuhkan untuk Ahza. Namun, selama sepuluh bulan di tahun 2015 yang lalu, saya menyisihkan receh demi recehan untuk mengikuti arisan buku anak untuk Ahza. Karena saya ingin, walaupun Ahza masih bayi, tapi Ahza sudah memiliki investasi buku bergizi yang kaya akan pelajaran moral dan etika juga spiritual. Alhamdulillah, pada bulan September yang lalu, akhirnya lunas juga iuran saya dan paket bukunya mendarat dengan selamat di rumah. Perjuangannya ternyata tidak sia-sia, seperti buku-buku lain yang saya belikan untuk Ahza, dia pun menyukai paket buku anak yang diarisankan untuk dia. Hehehe..

Si kecil Ahza saat bermain di perpustakaan Jawa Barat
Semoga kecintaannya pada buku bisa terbawa sampai ia dewasa kelak. Karena dengan buku, kita jadi tau lebih banyak. Karena dengan membaca, kita jadi mengerti tentang apa yang sulit dipahami. Karena dengan membaca, kita jadi tau apa yang terjadi di sekeliling kita.

Betapa berartinya membaca dan betapa pentingnya buku bagi saya, semoga bisa dirasakan juga oleh Ahza kelak.. Aamiin..

Nah, sudah cukup Hot belum alasan saya mengapa tentang definisi Hot Mama versi saya? Hehehe..
Kalau kamu, setuju atau setuju banget dengan saya?
Sharing ceritamu juga yaa... :)


-----

Nama lengkap: Dessy Natalia
Akun media sosial:
facebook: Dessy Natalia Engel
twitter: @ibujerapah
instagram: @ibujerapah
Alamat e-mail: ci3dlover@gmail.com

Postingan populer dari blog ini

Cara Mudah Menambah Followers Onlineshop di Instagram

Bermain di Kid's Land Paris Van Java Mall Bandung

Mengenal dan Mengembangkan Bakat Anak