January 28, 2016

99 Hari Belajar Menulis



Tiada hari tanpa menulis.
Eaaa.. Semacam penulis senior gitu yah..

Tapi, itulah yang terjadi akhir-akhir ini. Tiada hari tanpa menulis (kecuali Sabtu-Minggu hehehe),

Alhamdulillah, saya kecemplung di salah satu komunitas ibu-ibu yang keren banget, sebut saja Institut Ibu Profesional Cabang Bandung. Komunitas ini beraktivitas di grup whatsapp. Setiap hari ada tema tertentu yang mewajibkan anggota untuk saling sharing tentang pengalamannya masing-masing. Hal-hal yang dibicarakan bukan saja tentang mengurus anak dan rumah tangga, tapi juga bagaimana kita bisa produktif sebagai seorang ibu. Seringnya saya menjadi silent reader saja, kecuali ada pembahasan yang memang saya pahami dan pernah dialami.

Dari berbagai kegiatan online dan offline yang diadakan komunitas ini, ada sebuah program yang menarik perhatian saya sejak awal diumumkan. Program itu adalah One Day One Post (ODOP). Jika One Day One Juz mewajibkan pesertanya untuk membaca Qur'an sebanyak satu juz setiap harinya, ODOP mewajibkan kita untuk membuat satu tulisan setiap harinya. Program yang digawangi oleh Teh Shanty ini adalah sebuah wadah untuk para ibu untuk melatih kebiasaan menulis harian secara bersama-sama. Program ini nantinya akan berjalan selama 99 hari, yaitu dari awal Januari hingga Mei 2016 mendatang.

Tidak ada yang menilai tulisan peserta pada program ini. Yang ada hanyalah sebuah thread harian di grup Facebook, di mana setiap peserta bisa menyetorkan judul dan link tulisan di kolom ini. Tidak akan ada yang menegur bila lupa menulis dan tidak ada pula hukuman bagi yang tidak menulis. Semua kembali pada diri kita sendiri. Reward dan punishment silahkan diatur sendiri. Begitu kira-kira aturan main program ini.

Apa manfaatnya?

Saya tidak menyesal mengikuti program ini. Sampai hari ini sudah ada kira-kira 19 tulisan dalam blog saya yang saya ikut sertakan dalam program ODOP ini. Secara tidak langsung, kita dipaksa keluar dari zona nyaman. Zona nyaman saya adalah malas menulis. Zona nyaman saya adalah membiarkan ide-ide saya hanya sebatas pikiran dan menguap begitu saja. Sedangkan dengan menulis, kita dapat mengikat apa-apa yang menjadi ide atau pengetahuan-pengetahuan baru yang kita dapat. Lebih jauh lagi, bukan tidak mungkin jika tulisan-tulisan kita dapat membawa manfaat bagi orang lain.

Ini yang terjadi pada saya. Setiap hari Senin, saya berkomitmen untuk membuat artikel mengenai ASI dan menyusui. Mengapa? Karena saya jatuh cinta pada dunia ini dan saya menyadari bahwa banyaaak sekali ibu-ibu di luar sana yang belum mengetahui informasi-informasi yang benar tentang ASI dan menyusui. Masih banyak ibu yang termakan oleh informasi sesat atau mitos yang turun dari generasi ke generasi. Sedangkan, ASI adalah hadiah terindah yang bisa diberikan oleh ibu kepada anaknya. Dari situlah saya selalu menyempatkan diri untuk membaca referensi-referensi mengenai menyusui dan menuangkannya dalam tulisan. Alhamdulillah, beberapa tulisan saya mendapatkan respon positif dari ibu-ibu, seperti postingan tentang persusuan kemarin Senin. Mungkin bukan informasi yang baru, tapi melihat mereka meluangkan waktu untuk berbagi postingan saya atau sharing pengalamannya di kolom komentar membuat rasa jenuh saat menulis menjadi menguap begitu saja. Ternyata, begini rasanya jika tulisan kita diapresiasi oleh orang lain. 

Ini hanyalah sedikit luapan kegembiraan dari seorang blogger pemula seperti saya. Yang sudah mendapatkan setitik apresiasi dan rezeki dari tulisan saya. Alhamdulillah..

Oia, sebenarnya apa sih motivasi kamu untuk menulis?
Kalau saya, menulis saya manfaatkan sebagai self healing. Dan ternyata benar, menulis ini telah membawa beberapa perubahan positif dalam diri saya. Yang biasanya semua uneg-uneg disimpen sendiri aja, dibawa tidur, dibawa makan, dibawa mandi. Sekaran semua uneg-uneg bisa dititipkan dalam tulisan-tulisan curhat saya. Hihi.. Lumayan melegakan juga ya ternyata :)

Semoga jika saya lulus ODOP ini, saya bisa mempunyai kebiasaan baik untuk bisa menulis harian dengan konsisten dan lebih banyak memberi manfaat bagi orang lain. Dan buat saya juga dong hehe :)

Nah, ibu-ibu.. yuk ikutan program ODOP ini! Pendaftarannya memang sudah ditutup, tapi saya yakin ibu-ibu bisa melakukannya secara mandiri. Tetapkan target berapa hari ibu akan konsisten menulis dan tetapkan juga punishment jika terlambat atau tidak menulis.

Ternyata menulis itu menyenangkan ya..
Semangaaatt menulis lagiiii..

Eh, saya jadi inget lagu Tulus yang ini nih. Bikin semangat untuk membuktikan bahwa dalam kondisi terburuk pun kita masih bisa berprestasi. Cekidot!

Tulus- Lagu untuk Matahari


Salam sayang,
-si ibu jerapah-

-----
#odopfor99days #day18

4 comments :

  1. Wah keren programnya. Awal tahun kemarin sy juga pengin nulis satu hari satu tulisan. Tapi... Gagal. Hiks...

    ReplyDelete
  2. kalau 1 hari 1 tulisan malah aku takut ngga bisa maksimalin..hwahaha

    ReplyDelete
  3. Bagus ya programnya, dulu pernah ada di blogdetik teh.
    30 hari nonstop ngeblog aku ikutan dan dapet sertifikat gitu hihi
    Semoga kita bisa menulis yang bermanfaat terus ya teeh..
    walaupun kaya aku nih bolong-bolong hehhe

    ReplyDelete
  4. Aku baru mau mulai ni one day one post. Moga bisa. Semangat!

    ReplyDelete

Komentar anda, Semangat saya :D

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...