December 09, 2015

Tiga Kunci Sukses Menghadapi MEA

Hola..

Satu lagi oleh-oleh dari Pesta Wirausaha Bandung 2015 hari Minggu, 7 Desember 2015 yang lalu.
Selain sesi dari Ayah Pidi Baiq, saya juga berkesempatan untuk melihat sesi keempat dari acara Pesta Wirausaha Bandung 2015, yang dibawakan dengan penuh semangat oleh Bapak Fauzi Rachmanto.
Beliau adalah Direktur dari Kubik Coaching. Dalam kesehariannya, beliau bekerja meng-coach beberapa perusahaan, termasuk perusahaan-perusahaan besar. Mantap yaa.. 
Beliau punya cara tersendiri dalam memberikan training yang istilah kerennya metode 'coaching'


Bapak Fauzi Rachmanto Sedang Memberikan Materi
Beliau mengibaratkan seperti ini, Christian Ronaldo yang sudah hebat bermain bola pasti masih butuh pelatih, begitu pun dengan Tiger Woods yang merupakan juara dunia golf, dia pun masih memiliki pelatih. Tak bedanya dengan dunia bisnis, para pebisnis pun memerlukan pelatih (coach). Nah, ini dia kerjaannya Pak Fauzi. Meng-coach para pemimpin perusahaan-perusahaan yang jadi kliennya.

Katanya, perusahaan-perusahaan yang di-coach oleh beliau mampu melewati masa-masa yang penuh dengan disruptif ini. Disruptif? Iyaa.. Maksudnya masa-masa yang penuh gangguan. Nilai mata uang menurun lah, nilai komoditas yang acak kadut lah, barang-barang lokal sudah bukan lokal lagi lah (baju Bandung buatan China) dan lain sebagainya.

Belum lagi, tinggal menghitung hari, Indonesia akan menghadapi MEA (Masyarakat Ekonomi ASEAN). Konon katanya, nanti negara-negara asing BEBAS berjualan, berinvestasi, cari kerja, dan lain-lain di negara kita yang tercinta ini. Bukan hal yang aneh jika nanti kita menemui orang Malaysia berjualan jilbab di factory outlet di Jalan Riau Bandung. Nahhh lhoo.. Siapkah kita untuk menghadapi mereka? Siapkah kita untuk tetap bertahan di era MEA nanti?
Yap, bagi Indonesia, MEA lebih banyak membawa kerugian daripada keuntungan.

Tapi, mau ga mau, siap ga siap, kita HARUS BISA SUKSES menghadapi MEA. Setuju?
Bisnis yang kita punya sekarang harus bisa BERKESINAMBUNGAN.
Ada yang berkata, kalau bisnismu ga bisa lanjut, cuman musim-musiman, itu namanya bukan bisnis, itu namanya dagang.

Jadi, mau bisnis kamu berkesinambungan?
Nah, Pak Fauzi memberikan sedikit ilmu yang luar biasa manfaatnya buat saya.

Kita harus tau bahwa ada tiga hal yang harus kita ketahui dalam mencapai bisnis yang berkesinambungan. Yang pertama, kita harus tau PRINSIPnya.

Ada tiga prinsip dari World Class Entrepreneurs, yaitu:
  1. Segala sesuatu itu mungkin, tinggal caranya yang harus kita temukan.
  2. Kita sudah memiliki seluruh sumber daya yang kita butuhkan.
  3. Tidak ada kegagalan, yang ada hanyalah umpan balik.
Untuk menjelaskan ketiga prinsip tersebut, Pak Fauzi meminta tiga orang peserta yang belum memiliki bisnis untuk naik ke atas panggung. Ketiga peserta tersebut masing-masing diberikan satu buah Aqua botol ukuran kecil.
Kemudian, Pak Fauzi meminta ketiga peserta untuk menyebutkan berapa harga Aqua botol tersebut. Ada yang menjawab Rp. 1500, Rp. 3500 dan yang tertinggi Rp. 5.000.

Kemudian, Pak Fauzi menantang para peserta lain untuk dapat menjual Aqua botol tersebut dengan harga yang lebih tinggi. Ada yang menjawab Rp. 10.000 dan seterusnya.
Penawaran terakhir jatuh kepada mas-mas yang dengan percaya diri bilang kalau dia bisa menjual Aqua botol tersebut dengan harga Rp. 500.000. Wow.. Piye carane mas?

Mas-mas tersebut pun diminta naik ke atas panggung dan diminta penjelasan mengapa dia bisa percaya diri mengatakan bahwa dia bisa menjual Aqua tersebut dengan harga sespektakuler itu. Rp. 500.000 bro!

Mas-mas itu menjawab, bahwa Rp. 500.000 yang dihasilkan dari penjualan Aqua tersebut akan disumbangkan kepada Komunitas Tangan di Atas untuk selanjutnya disalurkan pada kegiatan TDA Care. Selain itu, pembeli Aqua tersebut juga akan mendapatkan pelatihan parenting dari mas-mas yang bisa membuat anak-anak belajar matematika seenak makan mendoan (wkwk, saking bodornya sampe inget banget nih kata-kata si mas-mas).?

Setelah itu, Pak Fauzi bertanya kepada peserta lain, apakah ada yang mau membeli dan menawar harga Aqua ini?
--- krik krik ---
Hening, sepi, ga ada yang ngacung.
Lalu, Pak Fauzi menawarkan sekali lagi sambil mengulang penawaran dari mas-mas tadi.
Dannn.. (ini bagian yang paling wow)
Ada seorang ibu yang duduk di baris terdepan yang ngacung.
Tadinya saya pikir, jangan-jangan si ibu salah denger. Dikirain dia mau ngejualin dengan harga yang lebih tinggi dari si mas-mas.
Eh, ternyata engga dong.
Ibu-ibu itu menawar Aqua botol dengan harga Rp. 1.000.000. Iyaaa.. Nolnya enam saudara-saudara. Alias satu juta rupiah. Woooww.. Mejikk..

Si ibu pun diajak ke panggung oleh Pak Fauzi.
Pak Fauzi pun bertanya kepada si ibu, beneran ibu mau beli Aqua ini dengan harga satu juta? Apa alasannya.
Kira-kira beginilah jawaban si ibu:
Yang pertama, karena uang tersebut akan disumbangkan ke TDA Care jadi tujuannya baik. Hal itu tidak ternilai harganya. Yang kedua, saya mempunyai anak, dan untuk saya pendidikan anak-anak saya juga tidak ternilai harganya. Oleh karena itu, harga satu juta rupiah terasa sangat murah untuk kedua hal tersebut.
Super sekali bukan?
Keprok-keprok untuk ibu..

Ini lho si Aqua botol kecil

Nah, dari hal-hal di atas, terlihat bahwa tiga prinsip yang tadi sudah disebutkan di atas sangat penting untuk diketahui dan diyakini oleh pebisnis.
-- Segala sesuatu itu mungkin, tinggal caranya yang harus kita temukan:
Aqua harga satu juta? Ga mungkin? Mungkin kok, kan udah kejadian. Hehehe..
Mengapa bisa kejadian? Karena si mas-mas TAU CARANYA. Si mas-mas berhasil memberikan manfaat hingga Aqua itu dibeli oleh si ibu-ibu dengan harga satu juta. Kalau kata Bu Ratih, ini namanya nilai tambah atau added value (deuh, yang kangen sama Bu Ratih).

-- Kita sudah memiliki sumber daya yang kita butuhkan.
Waktu panjang, Pikiran waras. Tubuh utuh. Kita sudah punya semua. Tinggal kita optimalkan penggunaannya. Ingatkan pada Profesor Stephen Hawking?

Stephen Hawking (sumber: di sini)

Dia adalah orang yang paling pantas mengeluh, tapi boro-boro ngeluh, dia menduduki tempat Newton sebagai ilmuwan Fisika terhebat. Bravo.
Kita? Udah jadi apa, bro? X(

-- Tidak ada kegagalan, yang ada adalah umpan balik.
Pak Fauzi cerita, tadinya beliau sudah kecewa ketika tidak ada yang menanggapi saat beliau menawarkan Aqua seharga Rp. 500.000 pada peserta.
Namun, ternyata ketika dia mencoba lagi, ternyata ada umpan balik dari ibu yang JAUH LEBIH BAIK. Yaitu satu juta.
Poinnya adalah, jangan takut gagal. Ingat kata pepatah, kegagalan itu adalah kesuksesan yang tertunda #eaa
Kalau sekali gagal, coba lagi. Kedua kali gagal, coba lagi. Terus dicobaaa..
Hal yang selalu saya ingat ketika patah semangat adalah:
Kalau Thomas Alva Edison menyerah saat melakukan percobaan yang ke-999 kali, mungkin saat ini kita tidak akan menikmati terangnya lampu saat malam hari. Masih popoekan dengan lilin atau kayu bakar. 
Jangan takut gagal. Teruslah mencoba.
Asal jangan terus mencoba membina hubungan yang sudah ternoda dengan perselingkuhan. Eaa baper. Haha..

Yang kedua, adalah TAU CARANYA.
>> Agar bisnis berkesinambungan, kita harus memperhatikan bahwa:

  1. Bisnis adalah perpanjangan tangan tujuan hidup pemiliknya. Misalnya, saya suka membaca dan saya punya tujuan untuk menularkan virus membaca kepada anak-anak sedini mungkin. Berdasarkan tujuan itu, akhirnya saya memutuskan jualan buku anak. Walaupun di tengah-tengah mengalami hambatan, saya akan berusaha sekuat tenaga agar bisnis saya tetap jalan. Walaupun gagal atau bangkrut, saya akan mencoba untuk bangkit lagi. Lain halnya kalau saya memilih jualan gamis. Kalau gagal, mungkin saya akan lebih gampang nyerah, karena ga sesuai dengan tujuan hidup saya. Begitulah kira-kira.
  2. Bisnis haruslah menyediakan produk barang atau jasa yang merupakan solusi bagi pelanggan yang dipilih. Ini mah jelas ya.. Bisnis yang baik adalah bisnis yang memberikan solusi untuk masalah pelanggannya. Misalnya, saya memberikan solusi untuk ibu-ibu yang ingin menghadirkan bacaan bergizi untuk anak-anaknya.
  3. Bisnis harus memiliki proses yang dapat diulang. Misalnya, ada sebuah produk yang laku ketika terjadi suatu peristiwa atau kejadian alam yang langka. Yah, kalo gitu mah namanya bukan jualan musiman lagi ya, tapi jualan yang tidak bisa diprediksi kapan panennya.. -__-"
>> Fondasi dari bisnis yang berkesinambungan adalah:
  1. Tujuan. Bisnis kita harus memiliki tujuan yang pasti, Tujuan bisnis dapat dilihat dari value, passion dan visi. Nilai-nilai positif apakah yang kita yakini benar, apa passion dari bisnis kita dan bagaimana visi bisnis kita ke depannya.
  2. Produk. Produk yang kita hadirkan harus merupakan solusi bagi pelanggan dan pasar.
  3. Proses. Proses bisnis terdiri dari sumber daya, aktivitas dan tim. Ketiga unsur ini harus bisa diulang untuk menciptakan suatu bisnis yang berkesinambungan.
>> Hambatan dari bisnis yang berkesinambungan adalah:
  1. Pebisnis mudah puas dengan apa yang sudah ia dapatkan. Mudah puas = tidak ada inovasi = bisnis mati.
  2. Bisnis tidak memiliki visi. Ayooo... Tuliskan visi bisnismu ke depan. Mau dibawa kemana bisnismu.
  3. Langkah pertama. Bisnis berkesinambungan tidak akan ada tanpa langkah awal yang tepat.
Yang ketiga, adalah AKSI.
Sudah tau prinsipnya.
Sudah tau caranya.
Saatnya beraksi.
Karena, seperti yang pebisnis favorit saya katakan:
Bisnis yang paling baik itu adalah bisnis yang dijalankan. Bukan hanya dipikirkan, diomongkan dan direncanakan saja - Om Bob (alm)
Saatnya beraksi!

Yuk saatnya cek lagi, sudah sejauh mana kita merencanakan bisnis kita untuk menjadi bisnis yang berkesinambungan.
Bukan hanya bisnis-bisnis musiman, yang selesai musimnya ya sudah, bubar.
Untuk menjadi bisnis yang berkesinambungan dalam menghadapi badai MEA dengan penuh jumawa agar para pendatang-pendatang asing takut sama kita.
Pedagang lokal.

HIDUP PEDAGANG.....!!!!

11 comments :

  1. Hidup pedagang.. Hidup ibu-ibu..
    AKu bookmark ya post ini.. Banyak yang harus dipahami biar usaha makin sukses.. Makasih teh sharingnya

    ReplyDelete
    Replies
    1. hidup pedagang! eaa..
      iih malu dibaca sama teteh >.<
      makasih yaa sudah berkunjung :D

      Delete
  2. hiduuuuppppp...
    senenhnyaaaa, makasih udh share ilmunkecenya ya mbak

    ReplyDelete
    Replies
    1. hiduppp.. hihi
      sama-sama mba inda..
      makasih yaa sudah berkunjung :D

      Delete
  3. Aaaaah, tadinya mau kesana...
    Tapi ada halangan.
    Buuut, baca review ini sedikit terobati. Nuhuuun...

    ReplyDelete
    Replies
    1. waaah jangan ketinggalan baca postingan sesi ayah pidi baiq ya teh..
      seruuu pisan.. hehe..
      makasih sudah berkunjung :D

      Delete
  4. Bener mak, skrg kalo dagang perbagus dulu tampilannya trus tambahkan kira2 apa nih yg sdg diinginkan org. Setelah itu mainkan harganya,hehehe..

    ReplyDelete
    Replies
    1. iya mak :)
      btw, senangnya dikomen sama idola aku syalallaaa

      Delete
  5. Bookmark ya, Mbak... Kebetulan tahun ini Insya Allah akan memulai bisnis baru. Semoga bisa terlaksanakan. Amin. :))

    ReplyDelete
    Replies
    1. makasih banyak sudah berkunjung ya mba :)
      semoga sukses selalu bisnisnya nanti.. semangaaattt!

      Delete
  6. Terima kasih sharingnya, menarik ya acaranya :)

    ReplyDelete

Komentar anda, Semangat saya :D

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...