December 14, 2015

Mama

Bismillah..

Dear mama,

Hai mam, masih belum bosan kan bertemu denganku? :D

Buatku, mama adalah satu kata yang menggambarkan ribuan makna.

Buatku, mama itu adalah musuh terbesar dan pahlawan hidupku.

Mama, engkau adalah musuhku...
Masih ingatkah ketika mama memutuskan pergi dari rumah dan meninggalkan aku dan adik di rumah? Meninggalkan kami bersama seorang ayah yang mabuk-mabukan dan seorang nenek yang terlalu posesif.. Sungguh takutnya kami pada saat itu. Pada siapa lagi kami bisa menangis. Bahkan menangis pun sesuatu yang dilarang saat itu.. Oh mama..
Mama, engkau adalah musuhku...
Masih ingatkan engkau, ketika aku berlari - benar-benar berlari kencang - pergi dari rumahmu karena aku terkejut mendengarmu sudah menikah dengan Om. Seorang laki-laki yang hampir tidak aku kenali pada saat itu. Hatiku hancur, mam. Apalagi mama tidak memberikan kabar sedikitpun padaku dengan alasan saat itu aku sedang UAS. Bukan begitu caranya.. Oh mama..
Mama, engkau adalah musuhku...
Masih ingatkah engkau, pada saat aku berada di kondisi sangat-sangat terpuruk karena tingkah buruk mantan suamiku, mama tidak memperlihatkan perhatian bak ibu peri, berpura-pura pun tidak. Mama malah memarahi dan menasehatiku ini itu. Aku kan hanya ingin engkau peluk, ma.. Oh mama..
Sungguh menyesakkan dada jika mengingat hal-hal itu..

Tapi, ketika aku merenung dan merenung.. Aku jadi ingat beberapa hal yang membuatmu menjadi pahlawan di hidupku,

Mama, engkau adalah pahlawanku..
Untung mama selalu tidak puas dengan hasil rapotku, padahal rangkingku tidak pernah kurang dari rangking kelima sejak SD. Setiap melihat rapotku, pastik engkau selalu membanding-bandingkan dengan anak lain. Tidak apa mam, terima kasih, karena itulah aku selalu rajin belajar walaupun tidak pernah kau suruh. Aku selalu ingin jadi yang terbaik dan bersekolah di sekolah unggulan karenamu.. I love you, mam..
Mama, engkau adalah pahlawanku..
Engkau menghabiskan 15 tahun hidupmu diperlakukan tidak adil hanya untuk aku dan adikku. Kau berkorban banyak untuk kami. Kalau kau tidak melakukannya, mungkin kami tidak akan pernah ada di dunia ini, atau walaupun kami ada, pasti kami sudah menjadi anak-anak nakal yang liar dan tidak akan bisa seperti sekarang ini. Terima kasih, i love you, mam..
Mama, engkau adalah pahlawanku..
Ah, masih jelas di ingatanku. Saat aku sedang buntu dengan masalah perskripsianku, aku datang padamu mengadu. Berdiam di rumahmu selama berminggu-minggu. Kau bilang padaku, berapa hebatnya engkau, karena walaupun kau tidak sekolah tinggi, tapi kau bisa memberikan solusi bagi masalah perskripsianku. Ya, kau memang hebat mam. Tapi yang lebih kuingat adalah karena masa-masa itulah masa-masa pertama kali aku bisa berdekatan denganmu tanpa pandang waktu, tanpa mencemaskan tatapan-tatapan sinis atau tidur berpelukan denganmu tanpa perasaan was-was. Sungguh, masa-masa terbaik di hidupku. I love you, mam..
Mama, engkau adalah pahlawanku..
Engkau rela tidak menghadiri acara wisudaku karena tidak ingin aku ribut-ribut dengan keluarga papa. Padahal engkau sudah mempersiapkan diri untuk hadir. Sudah punya 1001 rencana untuk menyemarakkan hari kelulusanku. Maafkan aku, mam.. I love you..
Mama, engkau adalah pahlawanku..
Mam, terima kasih yaa sudah mau menerimaku di rumahmu ketika aku sudah tidak tau tujuan pulangku. Kau mengajakku pulang ke rumahmu saat aku merasa jadi orang paling menyedihkan di dunia. Terima kasih sudah mau menerima aku dan anakku menjadi bagian di rumah kecilmu ya mam.. I love you, mam..
Mama, engkau adalah pahlawanku..
Engkau adalah satu-satunya orang yang tau mimpi-mimpi masa mudaku. Bersekolah setinggi-tingginya, kalau bisa sejauh-jauhnya. Saat aku sadar bahwa aku harus mengubur mimpiku dalam-dalam karena kondisiku yang menyedihkan, engkau meyakinkan dan menyemangatiku untuk bangkit lagi. Engkau dan Om memberikan beasiswa agar aku dapat melanjutkan pendidikanku lagi. Senang sekali rasanya bisa mewujudkan mimpi. Tak penting lagi harus bersekolah di universitas unggulan atau di negeri orang. Sudah bisa mendapatkan kesempatan ini pun aku sangat senang. I love you, mam..
Mama, engkau adalah pahlawanku..
Mam, engkau tau, kalau aku bukanlah pengatur keuangan yang baik. Saat aku coba-coba menjalankan bisnis kecil-kecilan, kau tau hasilnya? Besar pasak daripada tiang. Tapi kau - walaupun dengan caramu yang agak menyebalkan - memberikan pinjaman uang agar bisnisku bisa berjalan dengan baik. Pinjaman yang akhirnya selalu berakhir menjadi hibah. Terima kasih karena telah membiarkan aku belajar hal-hal yang baru mam, i love you..
Mama, engkau adalah pahlawanku..
Di akhir hari ini, aku ingin berterima kasih padamu. Engkau telah menjadi nenek yang sangat baik bagi anakku. Nenek yang selalu sedia mengajak bermain, nenek yang selalu memasakkan masakan-masakan lezat setaraf chef terkenal, nenek yang selalu rindu pada cucunya. Kata orang, rezeki itu tidak melulu berupa uang. Rezeki juga bisa berupa keluarga yang mendukungmu dalam menggapai impianmu. Ah, kalau begitu, rezekiku besar sekali ya karena memiliki mama sepertimu. Mama yang selalu mengizinkanku pergi ke luar rumah untuk mengembangkan diriku. Pergi ke kampus, ke perpustakaan, ke kajian-kajian atau sekedar pergi ke resepsi kawan lama. Dengan ikhlasnya dirimu menjaga anakku dengan baik. Terima kasih mam, i love you..
Hmm.. Masih banyak lagi. Banyak, banyak, banyak sekali hal-hal yang kau lakukan untukku. Masih banyak cinta yang kau berikan untukku. Benar ternyata kata orang..
Kasih ibu kepada beta.. Tak terhingga sepanjang masa.. Hanya memberi tak harap kembali.. Bagai sang surya menyinari dunia..
Mama, kau masih di situ?

Setelah menimbang dan berpikir.. Sepertinya aku telah memutuskan. Aku telah mengambil kesepakatan.

Buatku, mama adalah satu kata yang menggambarkan ribuan makna.

Buatku, mama adalah ...
PAHLAWAN HIDUPKU

Aku dan Mama

P.S.: Ah, pasti mama sedang tertawa melihat surat ini dari layar smartphone-nya. Menertawai anaknya yang selalu bertengkar dengannya, tapi diam-diam menyayanginya.
Ya, i love you, mam.. I will always love you.. :) 

Tulisan ini diikutsertakan dalam GA Sejuta Kasih Ibu

Alhamdulillah, tulisan ini memenangkan GA Sejuta Kasih Ibu. Terima kasih :D

20 comments :

  1. Terharu sekali membaca surat untuk mamanya mba..

    ReplyDelete
    Replies
    1. :')
      salam buat mamanya ya mba :)
      salam kenal.. :)

      Delete
  2. Replies
    1. yuk nangis bareng..
      salam untuk mamanya ya mba :)

      Delete
  3. Terharu baca ceritamu, Bunda :')

    ReplyDelete
  4. ibu adalah ibu...., mungkin mereka pernah khilaf..dan lupa..., tapi pelukan ibu lah yang paling khangat..

    ReplyDelete
  5. Mama juga manusia, mungkin ia pernah berbuat salah tapi ia kasihnya tetap terasa.
    Terima kasih sudah memeriahkan GA Sejuta Kisah Ibu di rosimeilani.com
    Jangan lupa pantengin apdetan pesertanya di sana ;)

    ReplyDelete
    Replies
    1. sama2 mbaa..
      semoga menang, hadiahnya untuk mama.
      pasti kaget hehe

      Delete
  6. ibu jerapah eh..mba dessy..touching banget kisahnya. Mama itu luarbiasa ya, semoga kitapun bisa menjadi mama2 terhebat untuk anak2 kita bagaimanapun kondisinya. Semangatttt!!

    ReplyDelete
    Replies
    1. hihi mba eva,
      iyaa ruar biasa!
      aamiin.. semangat ya mbaaaa..
      makasih sudah berkunjung :D

      Delete
  7. Yah... ibu adalah makhluk yang hebat, dibalik kelemahannya, ia menyimpan banyak kekuatan dan ketegaran.
    Semoga Ibundanya mbak.e senantiasa diberikan kesehatan ya mbak... ^_^
    Salam kenal

    ReplyDelete
    Replies
    1. aamiin, makasih doanya ya mba ayuuu..
      doa yg sama untuk mama mba rohma
      salam untuk mamanya :)

      Delete
  8. Aku terharu baca surat2mu ini mbak :(
    Salam kenal dari Bogor ^^

    ReplyDelete
    Replies
    1. salam kenal dari bandung yang dingin mba :)
      salam untuk mama yaa :)

      Delete
  9. Ibu memang sosok yang luar biasa ya mbak :")

    duh, terharu :'))

    ReplyDelete
    Replies
    1. salam untuk mamanya ya mba :)
      terima kasih sudah berkunjung yaaa :)
      salam kenal

      Delete
  10. Salam untuk ibundanya ya mba.
    Terharu membacanya

    ReplyDelete
    Replies
    1. salam untuk mama juga yaa mba yuni..
      terima kasih sudah berkunjung :)

      Delete
  11. Tak ada ibu yg sempurna memang, yg ada hanya ibu yg menyayangi anaknya dg caranya masing-masing, entah disukai atau tidak oleh sang anak :)

    ReplyDelete

Komentar anda, Semangat saya :D

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...