Awal Mula Perjalanan

Saya suka jalan-jalan.
Jalan-jalan di sini dalam artian jalan kaki.
Iyaa.. Jalan kaki. Hihi.. Suka sekali..

Saya selalu bersekolah di dekat rumah.
SD dan SMP yang jaraknya tidak sampai satu kilometer dan SMA yang hanya berjarak kurang dari sepuluh menit naik angkot. Tanpa ngetem dan tanpa macet.
Jadi, bisa dikatakan selama 12 tahun saya bersekolah di Bandung, tidak pernah ada kata terlambat sekolah. Padahal saya pernah tuh, telat-telatin datang ke sekolah, saking pengen ngerasain gimana rasanya terlambat sekolah. Dan gagal. Kebetulan hari itu tidak ada yang berjaga di gerbang, jadi saya lolos. Haha..

Ada yang pernah ngerasain kaya saya? Wkwk..

Saya suka jalan-jalan.

Saat kerja di Jakarta, saya selalu berjalan kaki saat pulang kerja.
Selain karena ngirit (gaji di bawah UMR sodara-sodara haha), saya sangat menyukai ritual ini.
Berjalan di hiruk pikuk ibu kota Jakarta. Di bawah lampu-lampu gedung pencakar langit. Menikmati air mancur di Bunderan Hotel Indonesia. Melirik busway-busway yang seliweran, barangkali si dia yang ada di dalamnya (yang ini jadi baper deh haha). Dan memperhatikan jiwa-jiwa muda yang sedang ngopi sederhana di sudut kafe terasik di Jakarta dengan bartendernya yang super kece: tukang kopi keliling di depan Bunderan Hotel Indonesia.


Sumber dari sini


Saya selalu berjalan sendiri.
Bukannya saya kuper atau gimana ya, tapi di kesendirian ini saya selalu bisa mendapatkan banyak waktu untuk berpikir. Berpikir tentang semua hal. 
Yaah, bisa dibilang ini me time saya ya. Hihi.
Habisnya, kapan lagi kan. Di kantor kerjaan menggunung, sampai kosan pun sudah lelah. Hanya tinggal mandi dan tidur.
Jadi, saya sangat menikmati kesendirian saat berjalan pulang dari kantor.
Oia, jangan dibayangkan jaraknya jauh banget ya.
Hanya dari Imam Bonjol, menyeberang jembatan busway Tosari, kemudian jalan lurus ke arah Sarinah. Sesampainya di seberang Sarinah, saya berbelok ke kiri, ke arah Tanah Abang, lalu di kanan ada jalan kecil. Itulah "gerbang" menuju Kampung Bali, tempat saya numpang tidur selama kurang lebih dua tahun lamanya. Hehe..

Selain suka jalan-jalan selepas kerja, saya juga suka jalan-jalan ke alam raya.
Karena, alam raya sekolahku #eaa

Tapi, saya bukan backpacker, anak gunung, atau sejenisnya ya.
Saya hanya suka menikmati perjalanan. Menikmati hujan yang mendera jendela bis. Atau menikmati jalan panjang menuju suatu tempat yang seakan tidak ada habisnya.
Wkwkwk, maaf ya, kalo malem bahasanya jadi aneh.

Catatan perjalanan saya masih sedikit. Masih seujung kuku lah dibandingkan dengan Nadine Candrawinata atau Raymond Tungka. Hihi..

Tapi saya pikir, saya harus menuliskannya di sini supaya saya tidak lupa.
Supaya kelak saya bisa bercerita kepada Ahza tentang perjalanan saya.

Semoga si virus malas jarang-jarang menjangkiti saya ya..
Heuuu..

Postingan populer dari blog ini

Cara Mudah Menambah Followers Onlineshop di Instagram

Bermain di Kid's Land Paris Van Java Mall Bandung

Mengenal dan Mengembangkan Bakat Anak